Showing posts with label Fvn Corner. Show all posts
Showing posts with label Fvn Corner. Show all posts

Aku ga bisa men-tracking memoriku, sudah berapa banyak aku mem-favoritkan kapel-kapel dari drama-drama yang pernah aku nonton. Menjadi hal yang biasa ketika menonton drama, aku yang reaktif ga bisa diem aja liat kemistri kapel di drama, sesegera mungkin berkoar-koar di temlen, ngumumin ke orang-orang aku demen kapel ini... kapel itu. Penonton drama korea—apalagi genre romance ya udah pasti rawan kena badai kemistri main leads-nya yekaaan? Wkwk

Keinget dong beberapa OTP (One True Pairing) drama-drama favoritku di masa lalu—yang saking semangatnya nge-ship, sampe kebawa sampe ke real life HAHAHAHA. Dua di antaranya yang paling membekas adalah Healer couple dan Suntaek. Tapi itu masa lalu. Sekarang mah udah kebal, ga mudah nge-ship. Cobaannya berat HAHAHA. Kemistri OTP drama cuman aku nikmati di drama, dan berakhir setelah dramanya kelar. Kecuali, yang baru-baru ini—aku nge-ship Takemone dari dorama Koitsudu. Low-key shipper. Setelah sekian lama nge-ship lagi, tapi diusahakan se-normal yang aku bisa.

Di postingan sebelumnya, aku bilang mau bikin postingan khusus Frying Pan Couple dari A Piece of Your Mind. Tulisan ini dibuat semata-mata karena aku sayang banget sama Moon Ha Won dan Han Seo Woo. Di sisi lain, aku juga cemburu—ehm. Gara-gara mereka nih, standar OTP dramaku jadi tinggi. Jujur, akhir-akhir ini aku ngerasa ceoet bosan dengan genre romance kalau udah masuk ke pattern biasa—jatuh cinta, lovey doyev, salah paham, putus, baikan—dan happily ever after. Tamat. I’m tired waching those kind of plots. I’m in trouble ㅋㅋㅋㅋ
Aku jarang menemukan OTP drama dengan jalinan cerita se-menyenangkan, se-romantis, dan sebagus mereka. Enak diikutin. Love-relationship yang ga perlu dibumbui dengan intimate scene untuk mengirimkan signal kepada penonton bahwa betapa saling cintanya mereka, duduk ngobrol santai, tapi udah bisa kerasa kemistrinya —obrolan yang membuat mereka saling kenal, membuat mereka bisa memahami apa yang ada di kepala masing-masing. Di real life kebanyakan emang kayak gitu kan? Aku bilang gini bukan berarti aku mau sok suci, (pura-pura)ga suka scene romance populer, cuman kadang ngerasa bosen aja sih.
Ini kapel yang scene pelukannya banyak tapi ini pelukan yang bikin hati tenang. Yang seolah-olah ingin bilang, “nggak apa-apa. Jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja. Everything’s gonna be okay. I’m on your side. Its okay.”

Seperti itulah Frying Pan Couple. Nggak ada kata-kata kosong. Nggak ada scene mereka yang bikin frustasi. Ngalir. Its written beautifuly.

Duh. Pengen nangis. Kangen. Pake banget. Serius. .
So, here it is... even if you find my writing is boring, please bear it. hehe
/belum nulis aja aku udah ngerasa emosional begini/
.

Aku, kalau ditanya kenapa bisa sesuka ini dengan relationship-nya Ha Won-Seo Woo, tanpa ragu akan bilang alasannya karena setiap kali dua orang ini berada dalam satu scene, ga tau kenapa, bawaannya terharu, hati jadi anget—lebay ya? Tapi emang kenyataannya begitu, mau gimana lagi dong? Aku seneng ngeliat bagaimana mereka membangun hubungan tersebut sejak pertama kali bertemu lalu menjalaninya dengan sepenuh hati. Proses menjadi deketnya realistis. Aku sering rewatch adegan Ha Won-Seo Woo hanya untuk memerhatikan detail ekspresi wajah mereka. Dapet banget. Perubahan-perubahan air muka Ha Won dan Seo Woo ketika ngobrol berdua bener-bener nunjukin kalo kemistri mereka level-nya beda. CUMA NGOBROL DOANG LOH INIII. /mon maap mbak-nya baper/
“I told you, a relationship will last long if you remember when you first met.” –Han Seo Wo
Lucunya, Seo Woo keliru mengingat pertemuan pertamanya dengan Ha Won. Sedangkan Ha Won, laki-laki ini mengingat dengan sangat jelas; pagi hari, kepalanya sedang dipenuhi banyak hal, ia memutuskan jalan-jalan, lalu ia mendengar alunan musik instrumen dari sebuah studio yang jendelanya terbuka. Di situ, Seo Woo berdiri, memandang ke luar, ke arah jalanan seraya menikmati secangkir kopinya.
Ha Won memutuskan memasuki studio tersebut.
Itulah pertemuan pertama mereka.

“What happens if we remember different moments?”  -Han Seo Woo
Tunggu, dan lihatlah apa yang terjadi. Ha Won menjawab, ada senyum kecil menggantung di wajahnya.
Tunggu dan lihat apa yang terjadi.
Sejak awal kita mengenal Seo Woo, ia bukanlah tipe perempuan yang egois. Pun ketika ia akhirnya jatuh cinta pada Ha Won. Perasaan sayang itu hadir setelah beberapa kali berinteraksi dengan Ha Won, Ia menyukai cara Ha Won mencintai Ji Soo dengan sepenuh hati. Mungkin, bagi Seo Woo—ia belum pernah melihat cinta setulus itu.

Di mana-mana mencintai seseorang dalam diam, lebih banyak nyeseknya, ya nggak? Berharap perasaan kita dikenal orang tersebut, berharap mendapat balasan. Tapi tidak dengan Seo Woo. Ia memilih menyukai Ha Won seorang diri. Unrequited love. Peluang berhasilnya hanya 1 %. Lihat saja sewaktu AI Ji Soo blak-blakan membongkar cinta diam-diam-nya itu di depan Ha Won. Seo Woo berharap Ha Won nggak perlu tau perasaannya, karena ia tahu persis seberapa besar sayangnya Ha Won ke Ji Soo .. Surprisingly, di scene tersebut ga ada itu awkward moment. Ha Won-nya juga  ga lebay, tenang saja. Tapi kita bisa menangkap perubahan pada wajahnya yang—gosh, I can’t explain it. Its so raw. Yang lucu malah Seo Woo, sampe kesandung gitu pas keluar rumah wkwk. Yakali situ bisa stay cool setelah perasaannya ditelanjangi di depan crush. Kalo bisa itu tanah depan Seo Woo membelah, udah masuk ke sana dia. Ngumpet, ogah balik-balik lagi. HAHAHAHA. Ini nih yang aku suka dari A Piece of Your Mind. Scene-scene-nya dibuat senatural mungkin, diambil dari sudut pandang yang dewasa. Its not just for sake of romance. Fresh.
“I always wake up at 2 am or 4 am in the night. I’ll call you every time I wake up.” –Seo Woo
“I’m always awake at that time. Call me.” –Ha Won

Jaman abege dolooo pasti seenggaknyaa pernah sekaliii teleponan sama syesyeorang, dini hari, ngobrol ngalor-ngidul. Makanya pas nonton Ha Won-Seo Woo teleponan jam dua pagi langsung keinget masa lalu, kayak ada manis-manisnya tapi bukan Le Minerale wkwk.
Sebenernya, kalau diperhatiin lagi, Ha Won tuh udah merhatiin Seo Woo loh sedari pertama kali ketemu. Beberapa kali menangkap ekspresinya Ha Won kayak yang seumur hidup baru pertama kali ngeliat orang seperti Seo Woo. Seo Woo ga nyadar itu wkwk. Gimana yah, Seo Woo itu pure, tulus. Kesamaannya Seo Woo dan Ha Won, mereka sama-sama (entah sadar entah enggak) suka mengobservasi orang diam-diam. Dan menurutku, orang-orang dengan kebiasaan semacam ini cenderung mudah memahami perasaan orang lain. Bayangkan dua orang dengan karakter yang sama bertemu—itulah Ha Won dan Seo Woo.
Dan sebelum menyadari kalau kehadiran Seo Woo-lah yang membuatnya bisa tertidur pulas, di ep 3, Ha Won sempat tertidur sambil bersandar di kursi studio, di seberang meja, di atas sofa, ada Seo Woo yang sedang tidur.

“For many years, I put no value in physically seeing someone, and I believed feelings continued even if you didn’t see each other. But I get it now. I get what it means to like looking at someone. It was nice looking at it.” –Moon Ha Won

Kenapa aku ga abis-abisnya mengagumi Moon Ha Won? Karena dia ga menye-menye, ga cengeng, ga lebay. Segala sesuatunya di-handle dengan baik. Ga grasa-grusu. Logis. Dewasa banget mas-nya .. Termasuk menyoal perasaannya sama Seo Woo. Ha Won ga menggunakan Seo Woo sebagai tameng atau alat untuk membunuh perasaan pada Ji Soo. Pada akhirnya, setelah renungan panjang, ia sadar ucapan Seo Woo padanya benar adanya. Ji Soo sudah meninggal, apalagi yang bisa diharapkannya? Setidaknya unrequited love-nya Seo Woo masih punya peluang 1 %, karena Ha Won masih hidup. Move on dari Ji Soo bukan berarti Ha Won akan menghapus kenangannya bersama gadis itu, ia hanya menyadari bahwa pada akhirnya, dalam hidup, akan selalu ada hal-hal yang tidak akan pernah bisa direngkuh dengan sempurna sebesar apapun keingingan dan usaha kita, akan selalu ada hal-hal yang mesti kita relakan kesudahannya. Ji Soo, sampai kapan pun, akan selalu menjadi bagian dari kehidupan Moon Ha Won dan Seo Woo, yang akan mereka kenang tanpa embel-embel luka dan kesedihan. Tak hanya bagi Ha Won, Ji Soo pun sama berharganya di mata Seo Woo. Karena mereka menyayangi Ji Soo.

Ha Won, dengan caranya telah menunjukkan pada Seo Woo bahwa kehadiran gadis itu penting baginya.
Di ep 6, aku suka banget scene setelah Seo Woo meninggalkan Kang In Wook di studio, dan terdampar di jembatan penyeberangan. Sendirian. Merenung. Ketika ia hendak menuruni anak tangga, pulang... ada Ha Won di sana. Menunggunya. Ga ada yang ngomong. Tapi dari air muka mereka, tertangkap kelegaan yang hanya dipahami dua orang itu. Bagi aku, scene gini doang lebih powerful daripada kissue scene. Aku mah gitu ya.
Teruuusss, waktu di kamar Seo Woo, Ha Won bilang ke Seo Woo kalau sekarang ia ngerti gimana rasanya suka ngeliat seseorang itu. Sebelumnya, Ha Won, tanpa sepengetahuan Seo Woo melihat gadis itu menelungkupkan kepalanya di meja studio. Ibaratnya tuh, ngeliat bagian belakangnya aja udah bikin hepi. Hanya orang-orang yang sedang jatuh cinta yang bisa memahami ini.

“You didn’t quit, right? One percent is a lot. You shouldn’t quit. I really want to see how your one percent grows.” –Moon Ha Won

Ini tuh, Ha Won-nya udah membuka hati. Pake ngelarang Seo Woo-nya jangan berhenti (suka sama dia). Uhuk. Moon Ha Won tau apa yang dilakukannya. Seo Woo sudah jauh memasuki hatinya.
Di mana ya bisa nemu makhluk yang kayak Moon Ha Won ini...

“I can’t say exactly what this feeling is. But... I need you. Can you stay? Please stay...” –Moon Ha Won
Stay.
Moon Ha Won (akhirnya) mengucapkan satu kata itu, yang sangat berharga bagi Seo Woo. Ha Won ingin agar Seo Woo selalu di sisinya. 1 persennya Seo Woo akhirnya sempurna mencapai 100 %.
Apa sih yang bikin kapel ini bisa setrong banget meski tanpa kiss scene yang banyak? Yang utama dan paling penting—ga ada noble idiocy di antara mereka. Ga ada scene salah paham dan semacamnya yang bisa bikin penonton frustasi bin gemes pengen jambakin rambut orang. Satu alasan itu aja udah bisa bikin kapel ini terasa berbeda dari yang lain.
“... it’s like we share the one thing we wish others would understand.”

Gimana ya rasanya ketemu orang yang bisa memahami isi kepala kita, memahami hal-hal yang selama ini sulit dipahami orang lain? Pasti menyenangkan. Dengan orang itu, kita bisa ngobrolin aja, berbagai genre; politik, cuaca hari ini, harga bawang di pasar, film favorit, musik favorit, tempat makan baru yang enak—apa saja. Orang yang mau mendengarkan dan didengarkan. How nice it would be?
Ha Won dan Seo Woo adalah pasangan seperti itu.

Alasan lain—karena Ha Won dan Seo Woo adalah jenis orang yang terbiasa mengobservasi orang lain, maka ketika salah satu di antara mereka sedang mengalami kesulitan, baik Ha Won maupun Seo Woo segera tahu apa yang perlu dilakukan. Mereka ada untuk satu sama lain.
 “I wanted you to stay, so I should follow you around.” –Moon Ha Won

Ketika Seo Woo akhirnya memiliki keberanian mengunjungi reruntuhan rumahnya yang dilalap api di kampung halamannya, Ha Won diam-diam mengikutinya. Mengamatinya di kejauhan. Memastikan gadis itu baik-baik saja.
Ketika Ha Won dan Soon Ho bersitegang karena In Wook, Seo Woo yang turut mendengar perdebatan itu—dengan kesedihan yang tak tertanggungkan segera mencari Ha Won ke tempat-tempat di mana ia rasa bisa menemukan Ha Won. Rumah mereka. Kafe. Tapi ia tak menemukan Ha Won di sana.
Di manakah Ha Won?
Seo Woo mendapatinya duduk di kursi di bawah lampu jalan, kursi yang biasa digunakan mendiang ibu Seo Woo saat menunggu kepulangan anaknya itu. Melihat Ha Won, Seo Woo tidak bisa menahan air matanya. Ha Won terlihat begitu lega, dibentangkannya tangannya menyambut Seo Woo yang segera berlari menujunya. SUMPAH INI SCENE DRAMA ROMANCE TERBAIK YANG PERNAH AKU LIAT. Seo Woo udah nyari ke mana-mana, taunya Ha Won nungguin dia di tempat yang paling berharga bagi Seo Woo, level konektivitas-nya Seo Woo-Ha Won bener-bener warbiasahhhhh. Ha Won ga butuh minum-minum alkohol saat frustasi, ia hanya butuh Seo Woo. . /waktu pertama kali nonton scene ini aku nangis, aku juga sering ngulang-ngulang scene ini. Nyiksa diri sih, abisnya aku suka scene-nya./
“I guess you wished someone would do this for you when things were tough.” –Moon Ha Won

Di ep 11, Ha Won menemui In Wook. Ia melakukan konfrontasi langsung. Kebenaran terungkap. Pertanyaan yang mengikuti Ha Won sekian tahun tentang penyebab kematian ibunya terjawab. Ga usah dibayangin tingkat kesedihannya Ha Won. Ga kebayang soalnya, saking sesaknya hatinya.

“Don’t you feel like you are being supported? Helping you maintain your balance.”

Ia pulang ke rumah. Dari luar ia bisa melihat Seo Woo menunggunya. Luar biasanya Seo Woo, dia nggak nyinggung masalah yang dihadapi Ha Won, alih-alih bertanya, gadis itu memilih memeluk Ha Won. Lalu ia bercerita tentang apa-apa saja yang bisa membuatnya bahagia, ia juga menyarankan agar Ha Won bisa menemukan itu, hal-hal yang bisa membuatnya bahagia.

“I thought of something that I like. Listening to things you like.” –Moon Ha Won

itulah cara yang dilakukan Seo Woo untuk menghibur Ha Won. Ia kuatir, pertanyaannya yang menyinggung In Wook dan ibunya justru akan semakin menyakiti Ha Won. Tapi Ha Won-nya tau, bukan itu yang sebenarnya ingin dikatakan Seo Woo.

“’are you okay?’ No. I’m not okay. You are right. I’m not okay. Right now, its all hazy, like I’m walking in a dense fog. Weird, right? I think so too.” –Ha Won

Kata-kata Seo Woo selanjutnya ngademin banget. Diucapin sambil mandangin Ha Won, megang kedua belah tangannya.

“It will get better. The world changes on its own. Rely on it. Its 12° C today. Tomorrow, it will be 17. I’ll get better. It was cold today, but tomorrow, it will be warm. I’ll get better.” –Han Seo Woo

Semua akan berlalu. Kesedihan hari ini pasti akan berlalu, seperti halnya dunia dan seluruh perubahannya. Kita hanya perlu bertahan. Semampunya.
.
“Are you crying?” –Han Seo Woo

Sukaaa banget pas Seo Woo ngomong gini ke Ha Won di ep 12. Ia menunggu Ha Won di tangga. Setelah Ha Won mendengar dari Soon Ho kalau In Wook sudah menyakiti Seo Woo dan kata-katanya, ia langsung mendamprat In Wook, kirain bakal berantem loh. Moon Ha Won kalo marah serem ya. Baru bisa liat marahnya Ha Won di ep 12 ini, bukan gara-gara ibuknya atau Ji Soo, tapi Seo Woo.

Begitulah Seo Woo menempatkan diri di saat Ha Won menjalani masa-masa sulitnya.
Hal yang sama dilakukan Ha Won pada Seo Woo.
Inget ga scene  di ep 12 sewaktu Seo Woo buru-buru kabur begitu melihat Ha Won tiba di rumah mereka? Seo Woo keliatan seperti orang bingung dan tertekan. Diteleponin, Seo Woo nya nggak ngangkat. Ya udah, Ha Won ikutin aja Seo Woo, tapi mereka ga papasan. Ending-nya Ha Won menemukan Seo Woo duduk di anak tangga gerbang rumah. Berasa nggak sih scene-nya simbolik? Kayak mau bilang sejauh apa pun mereka terpisah, mereka pasti akan ketemu lagi. Mereka ketemu di tempat mereka berpisah. Enggak tau kenapa aku suka banget scene ini. Hehe. Syukaaaaaaakkk sama filosofi seperti ini. Dan scene ini ngasih kita gambaran bakal kayak gimana hubungannya Ha Won-Seo Woo setelah short break jelang ending.

DAN SCENE PUTUSNYAAAAAHHHH. /bentar, mbak-nya mau ngatur hati dulu/
“Lets take a brief... A very short break... for a little while. While we are apart, do something for me. Anything. Do something that encourages you for me.” –Han Seo Woo

Yang sayang sama Ji Soo bukan cuman In Wook dan Ha Won, ada Seo Woo juga. Seo Woo sayang banget sama Ji Soo. Ia menganggap Ji Soo temannya. Makanya ketika AI Ji Soo minta agar Seo Woo menghancurkannya, Seo Woo-nya jadi kacau. Taulah yang paling sering diajak ngobrol AI Ji Soo itu siapa... Seo Woo. Aku ga nyalahin Seo Woo yang minta short break sama Ha Won. Seo Woo memang butuh waktu sendiri, setelah semua yang beruntun terjadi. Ga ada yang salah dengan short break jika memang itu dibutuhkan untuk menenangkan diri, membuat semuanya clear. Dan Ha Won yang semula berat hati, akhirnya mengikuti permintaan Seo Woo—pasti dia nggak kuat liat Seo Woo-nya nangis.

Sebelum berpisah sementara, Ha Won memastikan satu hal. Ia akan selalu ada kapan pun Seo Woo kembali. Yang perlu dilakukannya adalah menelepon.
“Put your fingers under your ear... and feel your pulse.
Thump... thump... thump... remember this with every heartbeat. That I love you a lot, and I cherished you a lot. Don’t crumble just because you are sad. I’ll wait, so.. make sure to call me.” –Moon Ha Won

I’ll tell myself that what protects me beats inside of me. I’ll remember with every heartbeat.” –Han Seo Woo

Pernah nggak sih ngeliat scene putus di drama yang ga bikin patah hati? Sedih iya, tapi di sisi lain terharu. Karena kita ga perlua kuatirin apa-apa, mereka pasti baikan lagi. Seperti katanya Ha Won ke Hoon—I can’t explain it, but we can’t break up.
KENAPA SIIIIIH MOON HA WON DAN HAN SEO WOO BISA SE BIUTIPULLL GINI RELATIONSHIP-NYAAAHHH?? KENAPAAAAAHHH, JAGO BANGET BIKIN ORANG BAPER. /nangis di pojokan/

 “The place I wouldn’t have been able to go to if I didn’t have Ha Won.” –Han Seo Woo

“I got to know someone that precious. Shouldn’t I change somehow? If I never met Seo Woo, I never would have had the courage to even try.” –Moon Ha Won

Ha Won dan Seo Woo menyadari betapa penting posisi mereka satu sama lain. Kalau ga ada Ha Won, Seo Woo ga akan berani pulang ke kampungnya. Dan Ha Won, jika dia ga pernah ketemu Seo Woo, mungkin dia ga akan punya keberanian untuk move on, untuk membuka hati.
Seo Woo dan Ha Won sama-sama orang yang ga nyembunyiin isi hati. Ga sungkan nunjukkin perhatian. Jujur terhadap diri sendiri. Lebih-lebih Ha Won. Kalo khawatir, dia akan bilang khawatir. Emang dah favorite couple numero uno ini! Aku sih yakin ya, model hubungannya Seo Woo-Ha Won ini akan long last, mereka akan selalu bisa menemukan jalan tengah dari masalah-masalah yang mereka hadapi bersama.

Pelajaran moral yang bisa diambil dari Frying Pan Couple antara lain adalah tentang bagaimana menghidupkan komunikasi dengan pasangan, dibicarakan, jangan lari, penting bagi pasangan untuk saling menjadi support system. Rasa percaya tidak lahir begitu saja. Ia datang dari pondasi yang kuat, dan untuk membangun pondasi yang kuat perlu komunikasi dua arah... /yang ngomong ini udah single sekira 10 taunan lebih jadi percaya ga percaya/ ㅋㅋㅋㅋ

Aku suka endingnya.
Ha Won masih di Oslo. Orang pertama yang diingatnya ketika melihat pemandangan indah di hadapannya adalah... Seo Woo. Pengen nelepon, tapi ragu. Sepersekian detik kemudian ponselnya berdering, dan display layar-nya menampilkan nama Seo Woo.
Aku deg-degan loh pas ini, pengen tau kata pertama yang keluar dari mulut Seo Woo dan Ha Won. Kan udah lama pisah ya...

Ha Won : Hello.”
Seo Woo : What do you see?
Ha Won : The sky. What are you looking at?
Seo Woo : the night sky. The front yard. The clothesline.

Seperti biasa, kapel favoritku ga mendramatisir wkwk.
Mereka yang teleponan, aku yang senyam-senyum sendiri. Tabah ya mblo HAHAHAHA.
MON MAAP YAA, AKU UDAH TAU JUNG HAE IN GANTENG TAPI KENAPA GUANTENGGGG-NYA JADI BERKALI-KALI LIPAT YAK DI SCENE INI??  Sepadan sama background-nya, matanya Hae In kayak ada lope-lopenya, manis banget kamu massss ngalahin gula .
Ha Won : You will be all better once you see me. A fully recovery.
Seo Woo : I’ll have to see you soon. When will I can see you?
Ha Won : Tomorrow. See you tomorrow.
Seo Woo : Tomorrow... how nice...
Tomorrow-nya Ha Won ke Seo Woo terdengar puitis... ada harapan yang coba disampaikan.
“I’m back.” –Moon Ha Won.


Banyak banget moment memorable-nya Frying Pan Couple. Dari awal ketemu sampe episode terakhir, semuanya memorable, ya ga sih? Tapi, kalau disuruh milih 3 aja, kamu pilih yang mana?

With Love,
Azz
I think its time for me to find my Ha Won ㅋㅋㅋ 

Starring : Park Min Young, Yeon Woo Jin, Lee Dong Gun, Changsung
—bgm : Junggigo-Miss You In My Heart—
Assalamualaikum, temans!
Apa kabar?
Ini postingan pertama saya setelah lebaran ya? Syawal masih bersama kita, maka sebab ituㅡsebelum terlambat saya memohon agar dimaafkeun seluruhnya—yang tertuang dalam postingan-postingan saya di MS, dan Twitter. Well, saya nggak akan memakai alasan karena manusia ladang salah, khilaf dan dosa agar dimaafkan, memang sudah seharusnya saya meminta dimaafkan, diterima atau tidak itu kembai ke kalian, iya nggak? Saya juga akan menggunakan momen fitri ini untuk benar-benar menginsyafi diri. Semoga ke depannya saya bisa lebih hati-hati lagi membawa diri, pikiran dan hati.
OWKEY.
Sekarang kita lanjut ke topik utama—
Siapa di antara temans yang menonton Seven Days Queen? Gimana situasi dan kondisi hatinya saat ini? Sejauh mana kalian mengalami baper? Berkat Seven Days Queen saya baper-sebaper-bapernya! Dan saya pengen nyari teman baper sebanyak-banyaknya biar rame! ㅋㅋㅋㅋ
Seven Days Queen mengisahkan tentang Queen Dangyeon, istri Raja Jung Jong (Joseon, 1488-1544). Karena intrik perebutan kekuasaan dan pengaruh di dalam istana, Queen Dangyeon diturunkan dari posisinya sebagai ratu hanya berselang tujuh hari setelah Raja Jung Jong berhasil merebut tahta dari kakak tirinya—Raja Yoonsangun. Queen Dangyeon kemudian diasingkan jauh dari istana. Raja Jung Jong tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun ia dan Queen Dangyeon saling mencintai .
Kira-kira bakal seperti apa ya kisah Queen Dangyeon ini jika diangkat menjadi drama?
Saya tidak pernah sekalipun menaruh ekspektasi apa-apa terhadap drama ini. Benar, saya menyukai Park Min Young setelah Healer, tapi bukan berarti saya akan mengikuti semua drama yang didalamnya ada dia.
Semua ini berawal dari keisengan. Coba-coba. Saya tidak menyangka Seven Days Queen bisa dengan mudahnya merebut perhatian saya. Kesan pertama di menit-menit awal begitu sendu, membawa firasat buruk mengenai ending dramanya. Tapiiiii ya gitu, udah tau bakal gak enak ending-nya teteuuuuup ditonton. Apa coba namanya kalau bukan nyiksa diri? Menyukai perasaan sedih yang semakin bertambah tiap pekannya. Meminjam kata-kata Mr. Oh dari Misaeng—in life, there are many things you start even if you know the end. Contohnya ya Seven Days Queen ini. Judulnya aja Seven Days Queen, ratu tujuh hari. Udah ketauan Dangyeon cuman tujuh hari doang jadi ratu. Udah tau nasibnya bakal ngenes... dinonton juga....
Meskipun misalnya endingnya Queen Dangyeon gak jadi dimatiin, saya tetap percaya dia dan Raja Jung Jong akan terpisah *tisu mana tisuuuuu* .
Saya mau me-list apa-apa saja yang membuat saya begitu terpikat dengan Seven Days Queen dan tetap konsisten nonton hingga episode 12.
Prolog
YA. Prolog drama ini sangat sangat sangat berperan besar pada minat saya mau nonton apa tidak. First impression saya dimulai dari sini.
...  ketika Shin Chae Kyeong/Queen Dangyeon yang diperankan dengan sangat apik oleh Park Min Young diseret ke tiang gantungan, detik-detik itu digambarkan sangat detail, sarat kesedihan, nyesek, udahlah semuanya nyatu padahal baru episode perdana ini!
“Saat aku terlahir kembali, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi, Yang Mulia...”
Kata-kata yang diucapkan Chae Kyeong... HUAAAA nangis Hayati nangissss bablassss... asli sedih, Tuan! Mana background music-nya gak nyante gitu, mendukung gerakan baper masal. Yang hatinya lemah kayak saya langsung deh baper pengen garuk-garuk tembok. Hanya dari sebaris ucapan Chae Kyeong, saya bisa merasakan se-dalam apa luka dan sakit hati yang dirasakannya. Hati Hayati gak ketolong lagi... *nyusruk di bahunya Akang Changsub*
Aktingnya Park Min Young JUARAAA!!
Udah dong, saya penasaran apa yang terjadi pada Shin Chae Kyeong sebelum ia diseret di bawah tiang gantungan. Apa salah dia? Dan saya hanya akan mendapatkan jawaban utuhnya bila mengikuti dramanya secara kontinyu. Oke, saya jabanin! Walau baper, nonton tetap jalan. Alhasil, tiap abis nonton per episodenya, saya jadi kayak orang patah hati abis ditolak cintanya. Pengen nangis, pengen marah-marah, pengen noyor entah pala siapa, pokoknya baper! *tendang si Teddy Bear bulukan tapi kesayangannya Azz sejagat langit*
Kalau kamu belum nonton Seven Days Queen, baca paragraf di atas bikin kamu mikir—ih, pasti dramanya super duper makjang mewek mulu. ENGGAK SAMA SEKALI. Susah jelasinnya, justru karena adegan hepi-hepinya yang memancing sehingga saya demikian melankolik dramatisnya begini. Sambil nonton adegan bahagia, satu sisi dirimu ikut terbawa suasana, namun sisi lainnya semacam ngingetin awas looooh gak ada yang abadi di dunia ini, termasuk kebahagiannya Chae Kyeong—kebahagiaanmu.
Chemistry Shin Chae Kyeong ♥ Lee Yeok
Bentar, saya mau nyoba mengingat-ingat karakter drama versi remaja/anak-anak yang udah sukses bikin saya klepek-klepek. Gak banyak. Yang bisa dipanggil ingatan saya ada Kim Yoojung-Yeo Jin Goo dari Moon That Embrace The Sun, juga Nam Ji Hyun- Kang Haneul dari Angel Eyes. Chemistry-nya daebak. Kemunculan mereka yang hanya sebentar telah meninggalkan kesan luar biasa manisnya di hati penonton termasuk saya.
Di Seven Days Queen, versi remaja Shin Chae Kyeong diperankan oleh Park Shi Eun, sedangkan Lee Yeok remaja diperankan oleh Baek Seung Hwan. Chemistry dua remaja ini super duper kereeeen, ciamik! Oh—dan bikin baper tentunya. So sweet... ngegemesin. Scene bickering mereka jatuhnya adorable, lucu. Shi Eun-Seung Hwan cocooook. Pas adegan romantis, feel-nya dapet banget dengan dukungan pengambilan gambar yang oke plus lagu latarnya yang aduhai meremas-remas emosi itu—jadilah hati Hayati krenyes-krenyes, mesem-mesem, ketawa-ketawa sendiri.
Saya ngarep banget Shi Eun dan Seung Hwan bisa kerja sama lagi tapi sebagai pemeran utama, aku bakal setia nunggu sampai momen itu datang!
Setelah dewasa Shi Eun dan Seung Hwan digantikan Park Min Young dan Yeon Woo Jin. Sedikit drama yang sukses menyambung chemistry versi remaja ke versi dewasa. Dan saya berani jamin, Min Young dan Woo Jin termasuk ke dalam yang sedikit itu. Tuhan tahu betapa saya sangat menyukai Healer Couple. Saya bahkan dengan kekanak-kanakkannya pernah mendrop Remember, K2, dan baru-baru ini melepas Suspicious Partner; selain gak sreg sama ceritanya, plot bla bla bla juga karena chemistry leads-nya yang terasa kering. Ga bisa bikin hati saya jumpalitan—untuk apa saya bertahan?
Saya terkaget-kaget mendapati chemistry Min Young-Woo Jin yang begitu hidup. Tampaknya, sudah saatnya saya membagi rasa sayang saya ke couple baru ini. Bukan yang menjurus ke shipper apalah apalah itu, bukan yang seperti itu. Sebanyak kecintaan saya pada Seo Jung Ho-Chae Young Shin, maka sebanyak itu pula yang saya berikan pada Shin Chae Kyeong-Lee Yeok. Ini kalau ngomongin chemistry ya, tapi beda soal kalau sudah berhubungan dengan filosofi berpasangan. Healer Couple masih di atas semua couple dari drama yang saya sukai selama ini. Karakternya loh, bukan aktor/aktris pemerannya.
Deng—adik saya bilang pemeran remaja dan dewasa drama Seven Days Queen sangat mirip—saya setuju, divisi kasting Seven Days Queen sukses. Siapapun orang-orang di belakang ini, saya mau ngucapin terima kasih telah mengkasting empat orang ini. ♥
Cerita
Selama 2017, sudah lebih dari tiga drama sageuk yang saya ikuti tetapi terpaksa saya drop di tengah jalan. Pendek kata, drama-drama tersebut tidak cocok dengan selera sageuk saya. Sebagai penonton saya berhak dong milih-milih drama. Orang lain bisa bilang bagus, tapi belum tentu bagus versi saya cocok dengan apa yang orang bilang, bukan? Begitu pula sebaliknya. Drama sageuk terakhir yang saya nonton sampe akhir adalah Empress Ki, dan drama sageuk terakhir yang saya drop adalah Ruler-nya Yoo Seung Ho. Ruler gagal membayar perhatian saya dengan plot-line dan story-line yang konsisten.  
Di Seven Days Queen, saya menemukan apa yang selama ini saya cari pada drama sageuk; taste kolosalnya lumayan bagus—kecuali ost bahasa engrishnya itu ya—cerita dan penokohannya juga konsisten, setidaknya 12 episode yang saya tonton membuktikan Seven Days Queen tetap setia pada tempat di mana seharusnya cerita dikisahkan. Kamu pasti tidak menyangka drama ini merupakan debut perdana screen writer-nya.
Apa ya namanya, drama ini begitu lihai memainkan emosi penonton. Saya sampe mbatin sendiri—saya baru menyadari menjadi orang ketiga serba tahu benar-benar bisa se-menyiksa ini. IYA, kamu tahu apa yang dirasakan semua karakter dalam drama ini terutama Yeok dan Chae Kyeong, kamu tahu seluruhnya—dan itulah yang membikin emosi naik turun. Sebel. Huh.
Ade bilang, masokis.... dan saya membenarkan .
Dinikmati aja #sokmenabahkanhati
Satu hal yang saya catat, meskipun di prolog sudah ditampakkan sedikit gambaran akan seperti apa hubungan Yeok dan Chae Kyeong, sebagai penonton saya tetap bisa dibikin penasaran apa yang terjadi di setiap episodenya. Rasa insecure ini teramat dalam....
Dinamika cerita Seven Days Queen inilah yang membuat penonton tidak bosan (penonton yang seperti saya).
Storyline √
Plot-line √
Acting √
Character development √
Directing √
Original Soundtrack/Bacground Music √
Chemistry √
Masih tersisa 8 episode untuk mengetahui apakah Seven Days Queen bisa menjadi salah satu drama sageuk favorit saya.
to be continued
P.s : kalo diperbolehkan make a wishsaya berharap Yeok dan Chae Kyeong tetap saling berhubungan gak peduli Chae Kyeong udah diturunkan jadi ratu. Writer-nim, please give me plot twist! I''m #LowExpectationTeam but I won’t give up till the end, fighting! ㅋㅋㅋ

Azz
Imo kesayangan